PELANTIKAN PAC PERGUNU TAMAN 2025
SINERGI GURU DAN INTELEKTUAL NU, KUATKAN MODERASI BERAGAMA DAN KEBIJAKAN PUBLIK
Pengurus Anak Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PAC PERGUNU) Kecamatan Taman resmi dilantik pada 7 November 2025 di Umaha (Universitas Hasyim Lathif) Megare, Ngelom, Sepanjang. Pelantikan ini menjadi tonggak penting konsolidasi organisasi guru NU sekaligus penguatan peran strategis intelektual NU dalam menghadapi tantangan sosial, hukum, dan kebijakan publik di tingkat lokal maupun nasional.
Pelantikan tersebut dilaksanakan setelah PAC PERGUNU Taman sukses menggelar Konferensi Anak Cabang (Konferancab) I di Gedung Graha Anugrah Gusti YPM Sepanjang, yang menjadi forum tertinggi organisasi di tingkat kecamatan untuk menentukan arah kepemimpinan dan program kerja masa khidmat 2025–2030.
Menariknya, pelantikan PAC PERGUNU Taman kali ini dilaksanakan secara sinergis bersama PAC Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kecamatan Taman. Sinergi ini mencerminkan kesadaran kolektif bahwa tantangan zaman tidak dapat dihadapi secara sektoral, melainkan membutuhkan kolaborasi antara guru, akademisi, dan kaum intelektual NU dalam satu gerak yang terorganisir.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Para pengurus yang dilantik menyatakan kesiapan mengemban amanah organisasi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah, profesionalisme, serta komitmen kebangsaan.
Usai prosesi pelantikan, acara dilanjutkan dengan Dialog Hukum, Kebijakan Publik, dan Moderasi Beragama, yang menghadirkan sejumlah tokoh penting dan pakar di bidangnya. Dialog ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo, Drs. H. Moh. Imron Rosyadi, MEI yang memberikan perspektif kebijakan pemerintah terkait penguatan moderasi beragama di tengah dinamika masyarakat majemuk.
Selain itu, dialog ini juga menghadirkan Dr. Zamroni, Moh. Dawud, M.Sos, selaku Wakil Ketua Bidang Hukum UMAHA, serta Dr. Sholahuddin, M.Pd.I, yang memberikan tinjauan akademik dan praktis mengenai relasi antara hukum, pendidikan, dan kebijakan publik. Para narasumber menekankan pentingnya peran strategis guru dan intelektual NU sebagai agen moderasi, penjaga nilai kebangsaan, sekaligus mitra kritis pemerintah dalam merumuskan dan mengawal kebijakan publik.
Dialog berlangsung dinamis dan interaktif, dengan antusiasme peserta yang terdiri dari guru, dosen, aktivis NU, serta mahasiswa. Berbagai isu aktual dibahas, mulai dari penguatan moderasi beragama di lembaga pendidikan, tantangan radikalisme dan intoleransi, hingga peran organisasi profesi dalam memberikan edukasi hukum kepada masyarakat.
Kegiatan dialog ini menegaskan bahwa PAC PERGUNU dan PAC ISNU Kecamatan Taman tidak hanya bergerak di wilayah pendidikan dan keilmuan semata, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap isu-isu kebangsaan, hukum, dan kebijakan publik yang berdampak langsung pada kehidupan sosial masyarakat.
Melalui momentum pelantikan dan dialog ini, PAC PERGUNU Taman diharapkan mampu melahirkan program-program strategis, kolaboratif, dan berkelanjutan yang berdampak nyata bagi peningkatan kualitas guru, penguatan moderasi beragama, serta kontribusi nyata NU dalam membangun masyarakat yang adil, beradab, dan berkeadaban.
Dengan semangat sinergi dan khidmah, PAC PERGUNU Taman optimis menjadi motor penggerak lahirnya guru-guru NU yang profesional, intelektual, moderat, dan berkomitmen kuat terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.